Sleep Paralyzed, Pengertian dan Mitos Yang Mengiringinya

40
Sleep Paralyzed, Pengertian dan Mitos Yang Mengiringinya
BAGIKAN

Citizen6.netSleep Paralyzed, Pengertian dan Mitos Yang Mengiringinya. Tidur merupakan sebuah kebutuhan pokok bagi seseorang. Dengan tidur, kita memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah bekerja seharian, misalnya otak yang akan menurunkan aktifitasnya dikala tidur. Tidur yang nyaman dan cukup akan membuat badan kembali bugar kembali saat terbangun.

Nah pernahkan disaat tidur tiba-tiba Anda tersadar (setengah sadar) namun tidak mampu menggerakkan anggota badan ?
Inilah yang dalam dunia medis disebut sebagai Sleep Paralyzed.

Dari kacamata medis, Sleep Paralyzed adalah suatu kondisi ketidakseimbangan antara otak besar dan otak kecil. Otak besar yang merupakan pengendali alam sadar seperti aktifitas menggerakkan tangan. Sedangkan otak kecil sebagai pengendali aktifitas diluar kendali kita misalnya proses detakan jantung.

Sesuai dengan namanya, Sleep Paralyzed terjadi ketika kita sedang tertidur. Dimana pada waktu itu otak besar dan kecil sama-sama menurunkan aktifitasnya. Hal ini dapat kita ketahui dengan cara misalnya saat kita tidak sedang tidur, jantung kita berdetak cepat. Berbeda dengan saat kita tertidur yang berdetak lambat. Ini karena pengaruh seberapa banyak atau berat aktifitas yang kita lakukan. Saat kita memiliki banyak aktifitas, otak pun juga bekerja lebih keras sehingga membutuhkan pasokan oksigen yang lebih banyak pula.

Secara otomatis kita akan bernafas lebih cepat pula, dimana oksigen yang terikat dengan darah dipompa oleh jantung ke otak.

Saat mengalami Sleep Paralyzed, kita akan berada di kondisi setengah sadar. Hal ini karena salah satu otak kita belum terbangun secara sempurna sehingga syaraf motorik tidak dapat merespon dan memproses perintah ketika kita ingin menggerakkan badan. Itulah alasannya mengapa kita tidak dapat menggerakkan badan padahal mata kita terbuka. Biasanya ini terjadi dalam beberapa detik bahkan menit.
Salah satu cara untuk menghindarinya adalah dengan memilih posisi tidur se-nyaman mungkin. Usahakan posisi kepala lebih tinggi dari perut.

BAGAIMANA PENDAPATMU?