Kronologi Bom Molotov Meledak di Gereja Oikumene Samarinda

111
Kronologi Bom Molotov Meledak di Gereja Oikumene Samarinda
BAGIKAN

Kronologi Bom Molotov Meledak di Gereja Oikumene Samarinda. Sebuah ledakan terjadi di Samarinda Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.30 WITA.

Ledakan terjadi di depan Gereja Oikumene, Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur, itu diduga berasal dari bom molotov.

Jemaat gereja yang pada saat kejadian sedang menuju tempat parkir seusai beribadah. Akibat insiden ini, 4 jemaat menjadi korban. Satu diantaranya balita tewas akibat luka bakar yakni Intan Olivia Marbun (2 th). Ia menderita luka bakar di sekujur tubuh akibat sambaran api dari ledakan bom molotov.

Salah satu bocah korban ledakan bom di gereja samarinda
Salah satu bocah korban ledakan bom di gereja samarinda

Dari penuturan saksi dan investigasi aparat kepolisian, pelaku diketahui adalah Juhanda (32 th), pemain lama dalam jaringan terorisme.

“Pelaku lama kasus bom di Serpong dan bom buku. Ada kaitan dengan kelompok Pepi Fernando”, kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kemudian, menurut Kadiv Humas Polri Boy Rafli Amar, Juhanda pernah menjalani hukuman pidana sejak 4 Mei 2011.

“Pelaku pernah menjalani hukuman pidana sejak 4 Mei 2011‎ yang berdasarkan putusan pengadilan Negeri Jakarta Barat nomor : 2195 / pidsus/2012/PNJKT.BAR tanggal 29 Februari 2012 dengan hukuman 3 tahun 6 bulan kurungan‎,” ucap Boy.

Boy mengatakan, pelaku dihukum karena terlibat kasus rencana peledakan Gereja Serpong. Satu rangkaian dengan bom buku.

Juhanda baru menghirup udara bebas setelah pemerintah memberinya remisi atau pemotongan masa tahanan 2014 lalu.
Setelah melakukan aksinya, ia berlari menuju dermaga dan sempat dikejar oleh beberapa saksi. Namun pelaku nekat menceburkan diri ke sungai mahakam.

Melihat pelaku yang berusaha kabur dengan menceburkan diri ke sungai, jemaat lain berusaha mengejar menggunakan perahu hingga akhirnya berhasil ditangkap dan diserahkan ke polisi.

Lokasi ledakan bom di depan gereja Oikumene samarinda
Lokasi ledakan bom di depan gereja Oikumene samarinda

Samuel Tulung, warga Samarinda yang menangkap pelaku menyatakan, saat itu dia sedang membawa mobil hendak berjualan di Sumalindo. Tiba-tiba orang ramai dan ada kepulan asap dari Gereja Oikumene.

“Saya bertanya ada apa? Warga menjawab ada bom dan kebakaran dan menunjuk pria berambut panjang lari menuju Dermaga Sumalindo,” ujar Samuel Tulung.

Tanpa berpikir panjang, Samuel langsung memacu mobilnya, mengejar laki-laki itu.

Namun, saat sampai di tepi Sungai Mahakam, terduga pelaku yang mengenakan kaus berwarna hitam dan celana model kargo berwarna coklat itu, tiba-tiba menghilang.

“Saat saya tiba di dekat dermaga, orang itu tidak kelihatan dan ternyata dia nyebur ke Sungai Mahakam. Saya sempat lihat kepalanya timbul-tenggelam lalu saya melihat ada perahu. Kemudian saya minta pemiliknya agar mengejar pelaku. Awalnya, pemilik perahu tidak mau, tetapi saya katakan akan bertanggung jawab jika terjadi apa-apa,” ucap Tulung seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu saat ini pelaku sudah diamankan pihak Densus 88. Selain menangkap Juhanda, pihak Densus 88 juga menangkap 4 orang lainnya yang diduga ada keterkaitan dengan Juhanda.

BAGAIMANA PENDAPATMU?