Sepucuk Rindu Di Tanah Ansan

22
BAGIKAN

Citizen6.netSepucuk rindu di tanah Ansan. Menyinggahi Kota Ansan adalah jawaban kerinduan akan sebuah negeri yang menyenangkan dengan keramahan dan masakannya Indonesia.

Itulah kalimat pertama yang ditulis seorang bloger dan traveler bernama Eka Herlina di dalam laman pribadinya. Dari kalimat itulah Eka mulai berkisah tentang perjalanannya selama di Korea Selatan pada awal November 2016, khususnya di Kota Ansan.

Dirinya datang sendiri ke Korsel sewaktu negara ini memasuki musim gugur, kala itu ia memperkirakan cuaca tak terlalu dingin. Kenyataan di lapangan, kendatipun matahari terik tetap saja suhu di Ansan sukses membuat tangan Eka beku.

“Mata saya sejenak terpejam. Menghirup udara dingin. Menghentikan langkah. Menikmati suara riuh di sekitar stasiun Ansan. Sebuah percakapan yang akrab membuat saya menyunggingkan senyum. Logat Jawa nan kental. Tempat itu bernama Ansan,” tutur Eka.

Mengutip tulisan Eka dalam blog pribadinya. Terletak di Selatan Seoul, ibukota Korea Selatan, Ansan adalah sebuah kota di provinsi Gyeonggi, Korsel. Kota ini tak menjadi tujuan wisata populer seperti Busan. Namun ketenangannya mampu menjawab kerinduan akan rumah.

Perasaan itulah yang mendorong Eka tetap semangat untuk bangun pada pagi hari setiba di Ansan padahal sehari sebelumnya dia keletihan pascaberjibaku di Myeongdong, Seoul. Saat di Ansan, Eka melintasi lorong-lorong stasiun. Katanya, lokasi tersebut mengingatkan dia kepada Glodok dan Mangga Dua di Jakarta.

Eka bertutur, selama di Ansan, wajah saudara setanah air banyak saya temui sepanjang jalan. Dia menghela napas penuh kelegaan lantaran ada ketenangan menyusup di dalam dirinya bahwa dia tak lagi khawatir soal bahasa dan tersesat.

“Pun pertokoaan yang tertata rapi. Saya pun banyak menemui makanan khas Indonesia. Ah, Indonesia, kenapa selalu menghadirkan rindu?” tanya Eka.

BAGIKAN

BAGAIMANA PENDAPATMU?