Mengupas Rahasia Tersembunyi Dibalik Kesenian Reyog Ponorogo

640
Mengupas Rahasia Dibalik Kesenian Reyog Ponorogo
Mengupas Rahasia Dibalik Kesenian Reyog Ponorogo
BAGIKAN

Mengupas Rahasia Tersembunyi Dibalik Kesenian Reyog Ponorogo. Reyog adalah kesenian tradisional kebanggaan orang Ponorogo, Jawa Timur. Selain karena kiprahnya yang mendunia hingga mancanegara, Reyog juga memiliki sisi yang tidak semua orang tau. Apakah itu ?

1. Berat dadak merak

Dadak merak merupakan bagian terpenting dalam pertunjukan Reyog. Dadak merak terdiri dari replika kepala singa dan burung merak lengkap beserta bulu burung merak yang tersusun rapi pada sebuah rangka yang terbuat dari anyaman rotan. Bulu burung merak yang dipakai tidak boleh berasal dari hasil cabutan dari tubuh burung merak tapi menunggu bulu tersebut terjatuh dari badan burung merak. Berat dadak merak ini mencapai 50 Kg!

Dadak merak Reyog Ponorogo (c) Singo Barong Taiwan
Dadak merak Reyog Ponorogo (c) Singo Barong Taiwan

2. Kekuatan sang pembarong

Pembarong adalah orang yang memainkan dadak merak. Yang menakjubkan adalah cara memainkan dadak merak tersebut adalah dengan mengandalkan kekuatan rahang. Yakni menggigit sebuah bilah kayu yang berada didalam replika kepala singa dan mengangkatnya kemudian memainkannya. Bisa dibayangkan bagaimana beratnya mengangkat dadak merak seberat 50 Kg dengan menggunakan mulut, bahkan tak jarang seseorang penari atau penonton diminta untuk naik ke atas replika kepala singa dan diangkat dengan total berat mencapai 100 Kg.

2 pembarong bertumpuk (c) FB
2 pembarong bertumpuk (c) FB

3. Asal kekuatan sang pembarong

Bagi orang awam, pasti akan merasa penasaran tentang bagaimana seorang pembarong kuat mengangkat beban seberat itu. Tak sedikit yang menyangka bahwa semua itu berhubungan dengan ilmu magis. Faktanya itu tidaklah benar.

Menjadi sang pembarong memerlukan tekad dan latihan super untuk mendapatkan kekuatan tersebut. Latihan yang dimaksud adalah latihan fisik meliputi latihan menahan/mengangkat beton cor seberat 50 kg dimulai dari beban 10 Kg dan naik bertahap menggunakan rahang, latihan mengokohkan kuda-kuda kaki, dan latihan pernafasan.
Semua itu harus ditempuh dalam waktu yang tidak singkat.

Latihan calon pembarong (c) Setenpo
Latihan calon pembarong (c) Setenpo
Latihan calon pembarong 2 (c) Setenpo
Latihan calon pembarong 2 (c) Setenpo
Latihan calon pembarong 3 (c) Setenpo
Latihan calon pembarong 3 (c) Setenpo
Latihan calon pembarong 4 (c) Setenpo
Latihan calon pembarong 4 (c) Setenpo

Selain latihan fisik atau lahiriyah, tentu diseimbangkan dengan latihan batiniyah dengan tujuan mendekatkan dirinya kepada sang pencipta agar diberi kelancaran dan keselamatan saat berlatih.

BAGIKAN

BAGAIMANA PENDAPATMU?