“Grebeg Suro Untuk Rakyat!”

317
Grebeg Suro Untuk Rakyat
BAGIKAN

“Grebeg Suro Untuk Rakyat!”. Sejumlah massa yang terdiri dari jurnalis KWP melakukan aksi unjuk rasa serta pembakaran ID Card undangan terkait pelaksanaan Grebeg Suro. Hal ini bermula saat insiden “diusirnya” para jurnalis yang hendak melakukan peliputan acara pembukaan Grebeg Suro di Alun-alun Kota Ponorogo pada Minggu (25/9/2016) malam. Diantara para jurnalis tersebut adalah wartawan Metro TV, Net TV, Berita Jatim, Radarmadiun, dan beberapa wartawan lokal. Beberapa orang dari pihak Event Organizer menyuruh wartawan yang hendak melakukan peliputan untuk keluar dari area panggung. Bahkan salah satunya mendorong-dorong wartawan.

Massa membakar ID Card undangan peliputan Grebeg Suro
Massa membakar ID Card undangan peliputan Grebeg Suro

Pihak Event Organizer memang sudah memberikan tempat khusus, tapi menurut para awak media tempat yang disediakan sangat sempit bahkan harus berebutan dengan voluntir dan fotografer lainnya. Mereka mengancam akan melakukan pemboikotan untuk tidak akan memberitakan acara Grebeg Suro.

Mereka menilai seharusnya pihak EO memberikan sedikit kebebasan kepada wartawan untuk melakukan peliputan agar semakin banyak penonton yang datang.

Pihak EO pun mengaku telah menerima kabar mengenai peristiwa ini. Pihaknya mengaku akan mengevaluasi terkait miss komunikasi atas insiden di lapangan.

Selain mengancam melakukan pemboikotan, mereka juga menyampaikan aspirasi masyarakat yang merasa Grebeg Suro tahun ini hanya bisa dinikmati segelintir orang. Hal ini berkaitan dengan mahalnya biaya sewa stand produk sehingga para pedagang tidak mampu menyewa stand.

Sebagian besar masyarakat Ponorogo juga mengeluarkan pendapat yang sama.

“Grebeg suro untuk rakyat!”, pungkasnya.

BAGIKAN

BAGAIMANA PENDAPATMU?