Kisah Kasrin Si Tukang Becak Yang Berhaji Secara Ghaib Bikin Merinding

482
Kisah Kasrin Si Tukang Becak Yang Berhaji Secara Ghaib Bikin Merinding
BAGIKAN

Kisah Kasrin Si Tukang Becak Yang Berhaji Secara Ghaib Bikin Merinding. Boleh percaya boleh tidak. Ini kisah dari Kasrin bin Sumarto (60), warga Dukuh Gembul, Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Rembang. Laki-laki yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini, bisa berangkat haji meski tidak pernah mendaftarkan diri sebelumnya.

Kisah ini tentu menghebohkan warga di sekitar kediamannya. Termasuk lokasi di mana dirinya sehari-hari menarik becak, sekitar wilayah Lasem. Pasalnya, kisah seseorang yang bisa naik haji tanpa mendaftarkan diri karena diduga dibantu makhluk lain hanya terjadi di kisah-kisah di televisi.
Hingga hari ini Kasrin masih berada di Mekah, bersama jutaan penduduk dunia ini, menunaikan ibadah haji. Dan di tempat tinggalnya, dia meninggalkan kehebohan tersendiri, lantara masih banyak yang tidak percaya bahwa Kasrin saat ini ada di Mekah.

Perangkat Desa Sumberejo, Kecamatan Pamotan, Siwoyo, mengaku jika dirinya ikut mengantar Kasrin berangkat haji. Tepatnya pada Selasa (23/8/2016) lalu. “Saya memang heran. Selama ini tidak pernah terdengar kabar jika Kasrin itu hendak menunaikan ibadah haji. Kapan mendaftarnya juga tidak diketahui, termasuk juga tidak pernah ikut dalam manasik haji,” terangnya.

Namun sebagai tetangga, Siwoyo mengaku jika malam itu dirinya bersama ratusan warga yang lain, turut mengantarkan Kasrin berangkat haji. Kasrin diantarkan ke Masjid Lasem, untuk bersama-sama jamaah calon haji lainnya, yang akan berangkat malam itu.
“Ada banyak orang yang mengantarkan, kok. Ada yang naik mobil seperti keluarganya, kemudian minibus, dan ada yang naik truk dump. Masih ada puluhan motor yang juga mengantarkan Kasrin ke Masjid Lasem, tempat berkumpulnya jamaah yang hendak berangkat haji,” tutur Siwoyo.

Siwoyo juga menuturkan, dirinya sebagai tetangga satu rukun tetangga (RT) yang kebetulan menjabat perangkat desa, tidak pernah merasa dimintai tolong. “Baik mulai dari desa maupun ke tingkat lainnya. Itu yang membuat heran kami. Karena kalau memang berangkat haji, biasanya kan mengurus surat-surat terlebih dahulu. Ini tidak ada sama sekali,” terangnya. untuk mengurus administrasi pendaftaran haji.

Meski penuh rasa heran, namun para tetangga tetap mengantarkan Kasrin hingga ke Masjid Lasem. Di sinilah keanehan mulai terjadi. Kasrin diketahui tidak memakai seragam haji, layaknya calon-calon haji lainnya. Dia hanya pergi dengan membawa kemeja putih, celana hitam, peci, dan tas kecil saja. “Pokoknya jauh dari gambaran orang yang mau haji,” katanya.

1
2
3
4
BAGIKAN

BAGAIMANA PENDAPATMU?