Warok Cewek Ponorogo Tarik Mobil Pakai Rambut

312
Warok Cewek Ponorogo Tarik Mobil Pakai Rambut
BAGIKAN

Warok Cewek Ponorogo Tarik Mobil Pakai Rambut. Festival Nasional Reog Ponorogo tak hanya menyuguhkan kesenian reog yang dimainkan sanggar kesenian. Dalam festival itu, sekelompok orang yang menamakan diri Paguyuban Sabdo Warok Ponorogo tampil memukau penonton dengan ilmu kanuragannya.

Tak tanggung-tanggung, paguyuban itu juga menampilkan aksi warok cewek yang menyuguhkan hiburan menarik bagi penonton Festival Nasional Reog Ponorogo.
Hilda Nuraini (24), salah satu anggota Paguyuban Sabdo Warok Ponorogo, memamerkan kekuatannya. Dia menarik mobil Isuzu Panther menggunakan rambutnya.

“Saya sudah berlatih olah napas diikuti dengan doa. Malam ini dengan seizin Allah, saya akan menarik mobil dengan rambut saya,” kata Hilda saat ditemui sebelum memainkan aksinya di halaman Pendopo Kabupaten Ponorogo, Jumat (30/9/2016) malam.

Sebelum Hilda tampil, belasan anggota paguyuban melakukan ritual dan membaca doa. Mobil Isuzu Panther yang akan ditarik pun disiapkan di lokasi. Di bumper depan mobil itu terikat tali tambang berwarna biru. Sejumlah pria anggota Paguyuban Sabdo Warok, Ponorogo, pun bersiap-siap. Rupanya, pertunjukan awal dimulai dengan atraksi warok laki-laki yang menarik mobil Panther itu menggunakan gigi.

Tiga warok pria tampil memesona menarik mobil dengan gigi sejauh 20 meter. Untuk memberikan semangat anggota yang beraksi, anggota lainnya kyel-yel khusus.

“Hokya..hokya..hokya,” teriak anggota Paguyuban Sabdo Warok memberi semangat.

Setelah aksi tiga warok pria, tibalah giliran Hilda. Kali ini, mobil tidak ditarik dengan gigi. Gadis asli Ponorogo ini menggunakan rambutnya untuk menarik mobil. Seutas tali diikatkan ke rambut Hilda kemudian dihubungkan dengan tali yang dipasang dari ban.

Hilda pun mengambil posisi kuda-kuda. Ia mulai memainkan ilmu bela diri, khususnya yang berkaitan dengan mengatur pernapasan. Dalam hitungan ketiga, gadis berjilbab itu pun menarik mobil itu dengan menggunakan rambutnya hingga sekitar belasan meter.
Tepuk tangan dan sorak sorai pun riuh memberikan semangat bagi Hilda. Setelah melakukan atraksi, Hilda kembali mengatur nafas dan melepaskan pelan-pelan tali yang mengikat rambutnya.

Aryo Lawu, salah satu Koordinator Paguyuban Sabdo Warok yang ditemui di sela pertunjukan mengatakan, selama ini orang hanya tahu warok adalah kesenian tari. Padahal, menurut dia, seorang warok harus memiliki ilmu kesaktian kanuragan. Untuk itulah, malam ini, paguyuban mengungkap dan meluruskan sejarah sejatinya seorang warok. Tak hanya menarik mobil dengan gigi dan rambut, anggota paguyuban juga menampilkan atraksi lain.

Beberapa atraksi di antaranya berjalan di atas pecahan kaca, bambu gila, dan memecah genteng dan batu bata dengan kepala. Bahkan beberapa penonton dari kalangan anak kecil, perempuan dan pria bebas mencoba berjalan di atas pecehan kaca.

Hanya saja, sebelum berjalan diatas pecahan kaca, salah satu sesepuh paguyuban memercikkan air bercampur bunga aneka kembang yang sudah dibacakan doa diatas kaki penonton. Hasilnya tak satu pun telapak kaki penonton terluka. Mengetahui satu penonton telapak kaki tak terluka, penonton lain pun satu per satu memberanikan diri berpartisipasi berjalan di atas pecahan kaca.

sumber

BAGAIMANA PENDAPATMU?