Sayembara! Tahu Alamat TKW Ini Dapat Hadiah Rp 1 Juta

146
Sayembara Tahu Alamat TKW Ini Dapat Hadiah Rp 1 Juta
BAGIKAN

Sayembara! Tahu Alamat TKW Ini Dapat Hadiah Rp 1 Juta. Setelah pencatutan nama dan foto dirinya diunggah oleh pemilik akun sosmed facebook @sri utami juminten, Ketua Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Banyuwangi berang. Pihaknya mengecam keras atas tindakan yang diduga dilakukan oleh salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Hongkong itu.

“Saya atas nama pribadi merasa dilecehkan dengan ucapan status dan foto yang di share di akun miliknya. Saya akan cari pemilik akun ini sampai ketemu,” jelas Ketua KAMI Banyuwangi, Topan Hadi Sucipto, Kamis (20/10/2016).

Baca Juga Diduga TKW Banyuwangi Pamer Video Toples di Medsos

Karena, kata pria yang kerap disapa Krishna Adi ini, hal itu sebuah perbuatan yang kurang terpuji. Meskipun, ucapan atau kata-kata itu tidak terlontarkan secara langsung melalui mulut pelaku. Melainkan melalui akun pribadi sosial media miliknya.

“Anehnya saya itu tidak kenal dan tidak pernah berurusan dengan BMI Hongkong. Tapi kok di situ sudah jelas, dia mengatakan hal yang tak pantas tentang saya. Meski lewat Facebook tapi ini juga bentuk pelanggaran,” katanya.

Bahkan dalam pernyataanya, ia tak segan membuka sayembara bagi siapa saja yang mampu menemukan alamat asli pemilik akun akan mendapat imbalan Rp 1 juta. Pihaknya menyebut, wanita dalam sosmed itu diduga berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.

“Saya masih kordinasi dengan teman-teman lain di sosmed untuk mencari alamat aslinya. Saya akan buat peritungan dengan dia. Kalau dilihat dari logat dia juga orang Jawa, tapi kayaknya bukan dari Banyuwangi,” ungkap Krishna yang juga salah satu Jurnalis Indosuara Taiwan ini.

Terakhir, kata Krishna, jika telah menemui titik terang pihaknya bertekad akan menyeret perbuatan salah seorang TKW Hongkong ini ke ranah hukum. Bahkan ia akan mengejar hingga ke kediamannya di tanah air.

“Upaya akan melakukan investigasi ke rumah keluarganya,memastikan tempat tinggalnya dan kemudian membuat pengaduan ke pemerintah setempat, desa, kepolisian, hingga ke LP3 TKI & UPTP3TKI Surabaya,” ungkapnya.

Sebelumnya dikabarkan, pemilik akun Sri Utami Juminten ini tidak hanya melakukan pelecehan nama baik seseorang. Tapi juga membuat video tak seronok nyaris telanjang dan mengunggahnya di media sosial miliknya. Kondisi itu sangat menghebohkan sekaligus meresahkan warga dunia maya. Tak sedikit dari mereka yang mengecam perbuatan tak seronok perempuan tersebut. [beritajatim]

BAGAIMANA PENDAPATMU?