Donasi Untuk Keluarga Mifta di Ponorogo Tembus 100 juta

620
Donasi Untuk Keluarga Mifta di Ponorogo Tembus 100 juta
BAGIKAN

Donasi Untuk Keluarga Mifta di Ponorogo Tembus 100 juta. Semenjak meninggalnya Miftakhul Dwi Khasanah (13th), Anak kelas 1 SMP Ma’arif Ponorogo dalam kecelakaan dan kondisi rumah orang tuanya yang tak layak huni serta keberadaaan ibunya yang tak ada kabar di Malaysia, sumbangan dari berbagai elemen masyarakat mengalir deras hingga terkumpul lebih dari 100 juta rupiah.

Menurut kabar dari media setempat, jenis bantuan bukan hanya berupa uang tapi juga material dimana jumlah material yang ada sudah bisa untuk membangun rumah yang layak huni. Sebagai tindak lanjut dari donasi yang sudah dikumpulkam, Sabtu (29/10/2016) Sore diadakan musyawarah yang dihadiri oleh perwakilan keluarga, tokoh masyarakat, bapak RT, perwakilan ICWP dan Tim Rumah Duafa Ponorogo.

Sebelumnya diberitakan bahwa Miftakhul Dwi Khasanah atau yang akrab disapa Mifta adalah korban tewas dalam kecelakaan di Jl. Niken Gandhini. Ia diseruduk sepeda motor saat hendak berbelok ke arah rumahnya. Pendarahan hebat di otak dan organ dalam membuatnya menghembuskan nafas terakhir di RS. Soedono, Madiun pada Rabu (26/10/2016).

Kondisi keluarga Mifta yang memprihatinkan, membuat beberapa komunitas di Ponorogo bergerak menggalang dana untuk membantu mereka.

Netizen tolak penggunaan dana untuk pemulangan ibu Mifta

Dari hasil musyawarah kemudian disepakati beberapa poin untuk penggunaan donasi yang telah terkumpul, ada beberapa rencana yang segera ditindak lanjuti. Diantaranta adalah membangun rumah orangtua Mifta yang selama ini masih jauh dari kondisi layak huni.

Kemudian juga rencana untuk memulangkan ibu Mifta yang saat ini diketahui sedang berada di Malaysia. Namun ada netizen yang menolak memulangkan ibunya dengan dana donasi. Hal ini juga diungkapkan oleh netizen lainnya dan diamini oleh ratusan netizen.

“mas uangnya donatur gak usah dipakek untuk pulangkan ibuknya,,di malaysia ibuknya sudah nikah lagi sama bangladesh dan sudah punya anak satu,,lebih baik buat renovasi rumah pak pujo dan anaknya aja.dn untuk masa depan adeknya almarhum miftah.” Adams Jaya.

“Sya setuju kalau uangnya buat biaya adeknya mifta sm biaya bpk nya.untuk keprluan sehari”…jgn buat mulangin ibunya..biarin ibunya dimalysia selamnya…dmn slma 7 th gk ada kabr,stelah anky meninggal baru tlp”, tambah Athin Madiun. [sumber]

BAGAIMANA PENDAPATMU?